CARA KONVERSI EXCEL KE SHP

CARA KONVERSI EXCEL KE SHP

Secara umum, meskipun otomatisasi perpindahan data dari GPS ke Arc GIS dimungkinkan dan lebih efisien, namun terkadang sebagian orang lebih senang cara-cara manual. Mereka mengambil titik koordinat dengan GPS dan mencatat hasilnya pada excel. Konsekuensinya, mereka harus berhati-hati dalam mencatat angka-angka yang tertera di GPS dan harus teliti dalam memasukkan koordinat tersebut di excel. Penulis sering menjumpai jenis kesalahan ini pada pencatatan petugas lapangan terutama untuk penggunaan sistem koordinat UTM yang digit angkanya lumayan panjang. Ini juga berlaku untuk kasus-kasus yang lebih luas seperti pembuatan tabulasi data atribut dari berbagai dokumen ke dalam format excel.

Dalam studi kasus batas Kabupaten Bombana, langkah-langkah konversi data secara bertahap yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :

  • Pembuatan tabulasi. Data atribut titik koordinat pilar/titik kartometrik diketik ulang pada Microsoft Excel. Data koordinat yang sebelumnya masih berbentuk derajat-menit-detik dirubah menjadi angka desimal dengan satuan derajat, dimana 1 derajat = 60 menit = 3600 detik. Kolom 1 diberi identitas X, kolom 2 diberi identitas Y. Kolom-kolom selanjutnya diberi identitas data atribut koordinat seperti nama titik batas dan keterangan-keterangan lain yang diperlukan. Hasil tabulasi seperti tampak pada gambar.

Format excel

Format excel data atribut

  • Panggil data koordinat excel dengan ArcGIS, caranya : klik “Tool”, pilih ”Add XY Data”

koordinat excel ke shp 2

  • Klik “Browse” dan panggil data excel yang dipersiapkan sebelumnya (1), masukkan kolom X pada side bar X dan kolom Y pada side bar Y (2), atur setting koordinat proyeksinya pada “WGS 1984”.

koordinat excel ke shp 3

  • Cara mengatur proyeksi koordinat : klik tombol “edit” di atas tombol cancel (1), pilih “select” (2), pilih “Geographic Coordinate System” (3).

koordinat excel ke shp 4

  • Pilih “World”.

koordinat excel ke shp 5

  • Pilih “WGS 1984” (1) dan “Add” (2).

koordinat excel ke shp 6

  • Klik tombol “OK”.

koordinat excel ke shp 7

  • Hasilnya koordinat telah WGS 84 seperti di bawah ini. Selanjutnya klik “OK”.

koordinat excel ke shp 8

  • Posisi koordinat titik pilar batas telah terpetakan sebagaimana gambar.

koordinat excel ke shp 9

  • Langkah selanjutnya membuat file shp. Caranya : klik kanan pada file bersangkutan di layer (1), pilih “Data” (2), pilih “Export Data” (3).

koordinat excel ke shp 10

  • Di bagian export biarkan “All feature” (1) dan ” this layer’s source data”. Pada bagian out put lakukan “Browse” untuk memilih tempat penyimpanan file output berbentuk shp (3). Tekan “OK” (4).

koordinat excel ke shp 11

  • Nanti ada konfirmasi apakah kita ingin menampilkan data di peta, ketik “Yes”.

koordinat excel ke shp 12

  • Hasilnya : file out put shp telah muncul di peta sebagaimana tampil pada gambar.

koordinat excel ke shp 13

  • Selesai

Data spasial (shp) titik batas Kabupaten Bombana telah tersaji dan bisa dimanfaatkan untuk analisis spasial bersama peta tematik lainnya. Apabila kita mau mengetahui posisi pilar batas terhadap kawasan TN Rawa Aopa Watumohai, maka kita bisa tampilkan peta kawasan TNRAW pada Arc GIS, sehingga hasilnya seperti pada gambar.

koordinat excel ke shp 14

Hasil analisis spasial : dilihat dari posisi 72 pilar batas tersebut, 30 pilar diantaranya ternyata berada di dalam kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, meliputi 20 PABU (ditambah 2 TK PABU) dan 5 PBU (ditambah 3 TK PBU). Penggunaan analisis spasial akan lebih luas lagi apabila data point feature ini telah dideliniasi menjadi peta batas kabupaten berbentuk poligon.

 

Sumber Data dari : http://tnrawku.wordpress.com/2013/04/16/cara-mengubah-data-excel-ke-poin-feature-shp-dengan-arcgis-studi-kasus-batas-kabupaten/

Read more: http://gis911.kartindogroup.com/?page=artikel&&kdartikel=263#ixzz2e5DvF7nE

Advertisements